Jumat, 12 Desember 2014

Jodoh itu mencerminkan diri sendiri

Dalam 3 bulan ini semenjak di Taiwan, ada 2 laki-laki: yang satu mau tunangan, yang satu mau nikah 2 bulan lagi. Tapi dengan cerita yang berbeda.
Yang satu mantan aku. Yang satu lagi calon suami idaman.
Kebetulan, yang mau nikah sama "orang yang terkadang aku doakan jadi jodoh" hha, ternyata calon istrinya adalah temennya roommate akuu ahaha. My roommate didn't realise that her friend will be married by someone that I admire too, because she didn't know his name.
Ngakak pas kemarin ngedenger berita dari roommate, begitu dibuka facebooknya, ternyata lelaki yang sama. Ohh,, udah berproses dari tahun lalu ternyata, oohh udah dikhitbah semenjak masih kuliah di Paris ternyata. Dan calon istrinya ini pun ternyata ga sengaja pernah inspiring me juga, walopun ak gapernah liat mukanya, tapi temen ak pernah nyeritain cewe ini. Cewe ini pinter, ramah, lembut dan baiik banget. Ckckck,, Bandung kecil banget yak :/.
Sebenernya kalo di bilang ke arah sakit hati, enggaa.. karena dia temen SMA aku, dan emang ga pernah ngobrol, cuma beberapa kali discuss sama sharing tentang beasiswa di chat fb.. Tapi keren aja, dia kayak motivator gitu, pinter, bisa punya aset gede pake uang beasiswa" sama gaji assisten dosen, sukses lah bisa dibilang, mindsetnya juga islam+sunda orangnya gamau ngeberatin istri dlm hal penafkahan..
Hanya saja, masih ga ngerti, kenapa aku admire orang ini, dan kenapa aku ngedoain dia yang jadi jodoh, tapi dia ternyata nikah sama orang lain. Kenapa aku doain dia. Mr. Wrong. (Kayaknya aku yang wrong --')
Tapi di luar itu semua, dari 2 kejadian ini bisa dilihat:
Jodoh itu, gakan jauh-jauh sifatnya, mirip-mirip lah: yang pinter soleh pengen dapet jodoh sama yang pinter solehah, yang mengarah ke gaya hidup juga dapetnya yang gaya hidup juga.
Everyone will get what they want.
Just as like best friend. Yang sejak SMA admire anak" akmil, udah ngelewaatin lika-liku hidupnya, shockingly ternyata kemarin dapet kabar, at the end nikahnya sama anak akmil juga.
Everyone will get what they want.
Kejadian yang pertama itu bikin aku sadar, dan syukur tentunya. Allah ngabulin doa aku di Indonesia. Aku berdoa sama Allah supaya dapet jodoh yang terbaik, bukan sekedar materi-honeyemoon-kerja-haji,umrah-jalan" ke luar negeri-ngurus anak, indahnya kalau dalam berkeluarga itu saling ngingetin solat, solat berjamaah, tadarus bareng suami sama anak.. Setelah nonton acara MGTV #ealah, MT bilang yang baik dapet jodoh yang baik, yang gabaik ya sama yang gabaik. Ditambah sama ada yang nelpon, nangis" gara" diselingkuhin. Ak nangiiss lah itu, Aku pengen dapet jodoh yang baik. sambil berdoa sama Allah, supaya aku kembali ke jalan yang benar, solat yang rajin lagi walaupun lagi di mall, ga hidup hedonisme lagi, sering nelpon ortu lagi. Aku gamau hidup boros terus dapet keluhan lagi dari ortu, yang ngerasa galagi dapet waktu dan care dari anaknya yang sibuk ngabisin waktunya sama pacar.
Dan di Taiwan Allah mengabulkan, walaupun begitu namun kaget tentu dan sakit hati iya pasti. Karena aku baru mutusin dia, sehari kemudian jadian lagi karena dia gamau putus, seminggu kemudian dia mutusin aku, trus beberapa hari setelah itu dia jadian sama pihak ke-tiga. Annoyingly, si lelaki ini terus"an nyoba ngehubungin aku. Akhirnya setelah beberapa hari, aku bales juga chatnya setelah lelaki ini dengan tiba" bilang rencananya tunangan bulan depan dan nikah tahun depan. Butuh sehari buat ngabulin permintaannya dia; dia minta aku ngedoain supaya prosesnya lancar.
Besoknya, baru ak mau ngangkat telponnya dia. Aku bilang: "Aku tahu, kamu ngeharep dan ngira aku bakal marah-marah, kaya dulu. Engga ko. Kalau kata Allah terjadi, ya terjadi. Aku gabisa apa-apa. Sekarang gini, Allah bilang: esti, nih dia udah nemu jodohnya, sekarang dia nikah yaa, dan Allah juga sudah menyiapkan lelaki buat kamu yang lebih baik."

And it is done.

What I've learned:
Apa yang kita pengen ternyata apa yang kita dapet. Dan yang kita pengen itu ga jauh" dari mirror kita sendiri. Oleh karena itu, tingkatkanlah kualitas diri.
Berdoalah dengan sungguh-sungguh. Doa akan selalu dikabulkan Allah, tinggal nunggu waktunya aja.

Kamis, 27 November 2014

Jika Allah mengatakan terjadi, maka terjadilah.
Tidak ada yang berhak bahkan mampu untuk menghindarinya.

Semakin besar, semakin berjalannya waktu dan umur, masalah akan semakin further and further....
Melatih batin dan jiwa untuk dewasa dan bisa menghadapi dan mengatasi berbagai persoalan yang muncul

Jauhkanlah hama Mu ini dari sifat dendam Ya Allah..

Aku memang bukan orang yang baik. Tapi, yang terpenting adalah aku selalu berusaha menjadi lebih dan lebih baik.

Dia menikah, silahkan
Allah telah menunjukkan kepadaku bahwa ia bukan lelaki yang baik untukku
Sebelumnya, Allah menunjukkan padaku bahwa ia bukan lelaki yang baik
Sebelumnya, aku telah berdoa pada-Nya untuk lepas darinya yang tidak baik
Dan kini aku yakin, Allah menyiapkan seseorang yang baik untukku

Wahai hamba-Ku, janganlah bersedih dan berputus asa. Sesungguhnya Allah membenci orang yang berputus asa,
Allah sudah menyiapkan jodoh yang baik untukmu.
Yang menyayangimu seutuhnya dan membuat hidupmu nyaman
Yang membinamu menjadi stri dan ibu yang solehah
Yang shalat berjamaah dan mengaji bersamamu dan anak-anakmu
Yang berlibur bersama ke Turki, Maldives, Paris, etc
Yang menuntut ilmu dan membesarkan anak bersama
Tunggulah, kini belum saat yang tepat untukmu tahu siapa jodohmu

Kemarin, adalah hukuman untukmu di dunia
Lihatlah dan sadarlah mereka yang kau sakiti hatinya tanpa sengaja
Sudah pernah kukuatkan hatimu dan tekadmu untuk bertaaruf
Namun kau termakan omongan juga

Aku mengabulkan doamu. Kini ia menikah agar kau cepat melupakannya. Lalu, mengapa kau bersedih?

Tenang saja, Allah menjamin hidupmu dan masa depanmu.
Fokuslah untuk memperbaiki diri
Ketika kamu bercahaya, jodohmu akan menemukanmu.

Jumat, 07 November 2014

Tolong dibaca,, Sorry for the readers.. August 08, 2014

I don't know what I have done in this blog last year :((
It's some kinda embarrassing things..

I wanna say sorry for everyone who may feel threatened after read my posts on last year (2013).
I hope you understand that it is just the post of my stories, I shouldn't post it.
I hope you all who feel threatened after read my post, realise that I'm just a girl who has unstable emotion.
I write everything what I want, everything what I feel. Those were happens to me and I wrote those without filtering anything. Actually I just write for my self. You know, writing in the blog is more fun than that of in the diary.
Mohon maaf jika ada yang merasa tersinggung dengan post saya di tahun lalu (2013). Saya hanya berniat untuk memotivasi diri saya sendiri. Sehingga in the future, ketika saya membaca blog ini, saya termotivasi lagi. Saya kembali ingat bahwa sebenarnya persoalan itu ada solusinya. Dulu saya bisa melewati beberapa masalah, lalu mengapa sekarang tidak, pasti sekarang juga saya bisa melewati masalah yang baru. Dan bisa mengingat masalah yang belum saya selesaikan, dan hal itu menjadi reminder untuk saya.
Mungkin sebaiknya saya tidak mempost disini, tetapi, you know, writing in the blog is much more

Selasa, 04 Februari 2014

Resign from my adorable company and have a new world

Recently, I have resigned from my adorable company. Wow, it's a big decision. I was crying a lot in my last day in that company. Now, i'm join in a Scholarship Programe from Dikti. I am taking English course in University of Indonesia for 6 months, or may be if i am lucky it can be just for 3 months.

Oke, let's begin..

Awal December 2013, aku suka sama sahabat aku sendiri, dan di awal December 2013, dia resign dari PT.KP. Sediiihh,, banget banget, sedih rasanya ditinggal sama sahabat LAGI. Oh my God, tiap hari kangen, tiap di bis ngelamun aja, biasanya aku di bis ditemenin sama 3 of my funny boyfriends. Aku nangis di malam itu (hha galau banget), dia pindah ke perusahaan yang lebih baik. Mungkin pemikiran aku yang kolot atau apalah yang orang bilang. Tapi dari sudut pandang aku, sahabat aku ini gakan mau sama aku lagi karena dia udah naik derajat, kecuali aku harus naikin derajat aku juga supaya aku seengganya gak jauh dari tingkatnya dia. Aku pengen dapat yang lebih baik lagi dari perusahaan ini. Aku nangis sambil berdoa sama Allah: Ya Allah, jadikanlah agar masa depanku lebih baik lagi. Jadikanlah agar hamba sukses, diterima beasiswa kuliah di luar negeri, membanggakan kedua orang tua, punya suami yang baik dan membahagian hamba dan keluarga kelak. Amin.

Esok harinya (Jumat), aku iseng" buka e-mail, ternyata ada e-mail dari Dikti, invitation for TPA and English test in Jakarta. Semoga ini jodohnya. Mendadak banget emang undangannya juga. Aku pura" sakit supaya dapat ijin mendadak di hari Senin. Ternyata tetep aja ditelponin sama user", dan supplier", heu. Besoknya pas aku masuk kantor, bos riweuh nanya aku kemana. Mereka takut ak pura" sakit gara" lagi interview perusahaan lain. Dephead juga nyepet mulu; "Fiesty kenapa? jangan" gara" saya suka marahin Fiesty nih. Jadi ngadu ke mamahnya sambil nangis" terus gamau balik lagi kesini. Jangan gitu dong, hadduuh bahaya nih si eneng anak kesayangan Mr. Park, nanti saya masa harus nyari pegawai lagi. Yah? Kenapa? Sakit apa?" 
Haduh Bapak DepHead aku emang unik banget --", dia expat Indonesia yang sering bikin orang" sakit hati. Jadi inget juga waktu Bapak ini ngusir secara ga langsung: "Kalo gabisa yaudah, heuh, kalo lembek kaya gini gausah kerja disini, keluar aja. Nanti saya cuma terima pegawai yang kuat-kuat aja, yaa. Yang lembek keluar, yang kuat masuk". Semua ini karena aku bingung, berada diantara 2bos, mana yang harus aku turuti perintahnya? 22nya bertolak belakang banget. 22nya bener, dan 22nya kekeuh. Dan maka itulah aku dimarahin 22nya. --". Nurut satu dimarahin satunya lagi, nurut 22nya dimarahin 22nya juga. (Tapi Bapak ini juga paling baik, waktu aku resign, dia orang yang paling sangat ngebantuin proses resign saya).

Seminggu setelah tes, hari Kamis siang, aku dapet telpon dari Iqbal (Finance di perusahaan itu juga). Ti, coba buka pengumuman Dikti, udah ada, kita lolos, mau diambil ga, kapan kamu mau resign?
---o---
Setelah dibuka, iyah ternyata bener aku dan ikbal lolos. Hari Senin tanggal 17 December 2013, kita harus sudah di Universitas masing" untuk tandatangan kontrak mengikuti program Kursus Bahasa Inggris untuk tes IELTS (salah satu tahap seleksi Dikti). Iqbal ke ITB, ak kebagian ke UI. Dan ini gambling, kalo setelah 6 bulan lulus tes IELTS, barulah tahap wawancara, namun jika tidak lulus yaudah deh jadi pengangguran. Astagfirullahaladziim..

Aku masih belum bisa ambil keputusan mendadak, ga sempet nelpon ortu juga karena sibuk ditelponin user dan supplier. Malam harinya, Pak DepHead ngeliat aku lembur, dia bilang: "Fiesty ini suka lembur yah, kerjaannya banyak. Tapi kenapa kamu ga pernah masukin ke sistem HRIS? Masukin aja, tapi sebelum lembur kamu bilang ke Mr. Park supaya dia tahu. Yah, lain kali kalo mau lembur kasih tau Mr. Park, terus masukin ke sistem. Ini coba, beli makanan ke kantin (Sambil ngeluarin kartu kreditnya, aseekk)." Aku senyum sambil bilang iyah iyah aja, hheu, lumayan dapet makan malem gratis bareng temen".

Abis pulang kerja, main ke KR ketemu sama Iqbal dan temen"nya. Mereka lagi ngadain acara perpisahan buat Iqbal, karena ternyata Iqbal hari itu juga udah bilang resign sampai ke DepHeadnya. Wow. Dan anak" lain pada ngasih saran ke gw buat ngambil program itu juga. Mereka bilang ini kesempatan, gakan datang 2X. Udah banyak banget aku debat sama mereka tapi mereka tetep nyarankan untuk ambil program ini. Aku seneng banget bisa kerja disini, orang"nya pada baik, posisi sebagai procurement yang kerjaannya asik, pengalamannya incredible banget!, ilmu yang gakan didapetin dperusahaan lain, temen" banyak yang seumuran dan semuanya easy going and ramah, komunikasi lokal dan internasional and banyaak lainnya. Malamnya aku cerita sama ortu, dan mereka ngasih balik lagi ke aku. Mereka tau aku pengen banget kuliah di luar negeri, mereka tau aku ikut program ini belum pasti diterima, mereka tau aku pengen berjenjang karir dan bahkan nikah di perusahaan ini. Well, decision have to be taken. Esok paginya (Jumat), aku masih bimbang, lalu temen aku bilang dia envy sama aku, dia juga pengen dapet beasiswa ini, dia udah berkali" apply tapi belum pernah lolos juga, dia nyaranin aku ambil program ini. Tapi mungkin dia bener, sekarang sebelum produksi aku ngerasa nyaman di perusahaan ini, belum tentu nanti setelah produksi perushaan ini masih tetap nyaman, mungkin setelah produksi-setelah expat balik ke perushaannya masing"- pegawai disini akan berebut untuk menduduki posisi yang ditinggalkan para expat- dan saling sikut pun terjadi seperti yang aku lihat di perusahaan" lain. 

Jam 8, aku bilang ke Pa Senior yang duduk di sebelah aku, beliau ngedukung aku, kalo itu keputusannya iyah silahkan, itu hak kamu katanya. Rencananya aku mau bilang resign ke bos" jam 11 nanti. Ternyata Mr. Park manggil aku dan minta keruangan berdua, aku kaget aku kira dia udah tau, tapi seinget aku aku baru cerita sama 1 senior aku aja.
Ternyata bener dia belum tau, di ruangan itu, dia bilang: "Fiesty, it's the end of year and I have to evaluate my team's job for this year. I know that you have worked very hard in this company. You always go home in the night, I'm sorry for giving you a lot of job. Too much job. I'm sorry. I give you a lot of problem and job. And I'm still ask you to help my job too. Thank you.hhhhh, i am sorry for giving you a lot of jobs. But now we are in very stressed situation, too much items to be bought, our time is not enough, hhh too much pressure. Haaaaahhh ("sighing), and i have made a decision. Please fill your work assessment paper with A, i will approve and sign it. That's my opinion, what about yours?

Me: "(Of course i can't hold my self to not cry, i'm crying, i tend to not crying but i can't) Mr. Park, I'm sorry, I'm so sorry. You are very kind to me, thank you very much Mister. I am very happy to can work here and being one of your staff. Thank you very much, i love working in this big company. But I don't know, what should i doI want to study abroad to get my Master Degree. I have to resign Mister, I'm sorry."

Mr. Park: "Resign? What's happened?"

Me: "I want to get scholarship for Master Degree from Indonesia Government, in Germany. I have to join the English course in Monday. So, today is my last day in this company. I'm sorry Mister, I don't know what should i do. But i want to get my master degree in overseas. I'm sorry"

Mr. Park: "But you should tell me one month before you resign. Do Mr. A know about this?"

Me: "Not yet, Mister."

Mr. Park: "Come on. Let's go tell him."

In Mr. A's office: 
Mr. Park: "Mr. A , hhhh.... She wants to resign,, hhh"
Mr. A: "Whats problem?"
Me: Maaf Pak, (and i showed him the letter from Dikti).
He red the letter and said "Yah mau diapain lagi, namanya juga buat pendidikan."
I would not have guessed that, Pa A setelah baca surat dari Dikti beliau menyetujui permohonan resign aku. Wow. Aku ngeliat ekspresi muka Mr. Park juga dia terlihat kaget, tapi Pa A nerangin lagi ke Mr. Park kalo aku mau ikut program ini untuk jadi dosen politeknik, dan harus kuliah dulu di luar negeri. Ini program  dari pemerintah Indonesia. Mr. Park ga terima karena terlalu ngedadak, harusnya sebulan sebelumnya, tapi pengumuman dari Dikti juga ngedadak, dan beliau bingung. Dia bilang, dia suka sama kinerja aku, kenapa setiap dia punya pegawai favorit di perusahaan ini, pegawai tsb malah pergi. hhh, yang sebelumnya Mba Olivia, dan sekarang aku.  

Pak Edi pun menawarkan bantuan. Dia yang ngurusin ke HR tentang resign ini. Jadi satu hari itu sudah harus selesai, semua kerjaan aku harus aku bikin ringkasan statusnya supaya nanti bisa dibantu sama senior dikasih ke temen" tim yang lain, dan urusan ke HR pun selesai. Siangnya, aku dan tim makan di Saung Grogol, for the last time. Itu adalah terkahir kalinya aku booking Saung Grogol buat tim. Dan setelah makan, aku nangis lagi pas disuruh mengungkapkan kesan". Semuanya ngedoain aku semoga lolos dan suskes. Amiin,, makasih ya tim semoga aku sukses, dan kalian juga :). Mr. Park juga bilang aku setelah pulang S2, bisa kerja di Kementerian Keuangan. Dia juga menyarankan buat ngambil judul thesis tentang ketidakmerataan ekonomi di Indonesia, karena kalo di Korea itu ekonominya sudah tergolong merata. Makasih buat Pa A, katanya makan siang itu penghargaan buat aku, dan dia juga mohon maaf karena gabisa datang makan siang bareng.

Sore harinya, aku ngasih tau ke bos" kalo Sabtu aku bakal masuk, aku masih belum selesai bikin laporan status kerjaan" aku udah sampai mana. Aku disuruh ngaish tau juga ke beberapa user dan supplier bahwa aku udah resign, dan kerjaan aku akan di handle over. Ada kata" dari user Indo yang bakal aku inget, Pa Bambang expat bilang: "...kamu itu perempuan neng, kejarlah pendidikan, tapi jangan lupain satu hal yang penting juga, ... jodoh, kamu harus punya pegangan sebelum kamu ke luar negeri nanti...". Aku waktu itu cuma ketawa ngedenger Pa Bambang bilang itu di telepon karena aku kira dia lagi bercanda, tapi sekarang jadi keingetan juga, iyah Pa Bambang bener, aku gaboleh lupa jodoh, oh umur aku sekarang mau 24 tahun, 2 taun kemdian setelah pulang dari luar negeri aku harus langsung nikah, makanya nayarinya dari sekarang :)).
Mr. Park ngasih tau aku kalo Sabtu dia gabisa datang ke kantor nemenin aku, karena dia harus nemenin anaknya, lalu dia ngasih aku amplop yang isinya uang, this is for you. 
Thank you Mister :)

Esok harinya, aku kasih tau status kerjaan aku ke yang lain. Mr.Yoon ngasih bollpoint and say: Good luck. I hope you will be successful. Dan Direktur Commercial juga ngedatengin aku: "I heard that today is the last day you work here. You want to continue your study, is that right?" Me: "Yes Mister." Mr. Do: "Where?" Me: "In Germany". Mr. Do: "Congratulations, hope you'll be success." Me: "Thank you very much Mister".

Terima kasih buat semua kawan-kawan dan bos" yang ngedoain aku lulus program ini, kuliah di di luar negeri, dan jadi dosen. Semoga dikabulkan Amiin..


Memories:
Waktu pertama kali masuk perusahaan ini, ak awalnya gamasuk di bagian purchasing ini, harusnyadi bagian keuangan. Makanya selama seleksi sampai medical check up pun itu semua untuk jadi bagian keuangan. Tapi karena Jumat hp aku rusak, susah dihubungin, tim HR ngehubungin ibu aku trus bilang nanti Senin mereka bakal nelepon lagi.
Pas Senin mereka nelpon, ak dikasih tau kalo posisi keuangan udah dikasih ke temen aku karena aku susah dihubungi. Tapi karena kamu bagus hasil tes seleksinya (yakaliiii), kamu masuk procurement aja, disana banyak Senior" yang udah banyak berpengalaman dan mereka bakal ngajarin kamu. Kamu ga usah khawatir walaupun belum pernah kerja di bagian ini, mereka bakal ngajarin kamu.
Aku seneng dan yaudah datang kesana tanda tangan kontrak aja. Toh aku suka hal-hal yang baru.
Setelah masuk, di hari pertama, dibikin jadwal sama Pa Ari, (Ya Allah, aku kangen mereka, aku kangen tim, they are so awesome :*, Pa Firman, Pa Ari, Mba Olive apalagi Pa Ridwan sama Pa Ferry yang SUPER DUPER welcome banget!! *( (*crying)..
Setiap hari ada jadwal tutor sama yang Bapak" Ketua tim atau departemen, pas kebagian sama Mr. Park (tim lead aku sendiri) = dia underestimate aku banget, dia bilang: "hhhhh.... You have no experience in this field. You have to learn very hard. Your voice is too slow. If you like this, User will always push you! Yo know, their bodies are very BIG. You have to learn much here. Always ask the others! You have to learn from them! They are very cleaver, especially Ms. Olivia. Learn from her. She is a very good."
Sambil geleng" kepala beliau narik napas lalu ngehembus lalu berdiri lalu pergi, terus pas aku ngekor dibelakang dia, dia geleng-geleng kepala lagi.
I felt so stupid at that time. Hhahahaha.. :( In that day, at the night, i cried. Belum juga aku ngapa-ngapain, megang komputer aja belum, tau siklus perusahaan aja belum, udah di judge duluan :(
Waktu udah feel depressed aja, maaallluuuu banget rasanya. Aku juga gatau kenapa pas di tutor sama Mr. Park dan Mr. Yoon aku banyak ngangguk, padahal waktu aku seleksi sama tim HR dan user keuangan, aku pede banget. Tapi enak ama Mr. Yoon, dia lebih ga underestimate, underestimate siihh, tapi ngasih peluang: "You have to ask your team. Learn from them. Being a buyer isn't quite hard, you can learn so much things here, just learn and ask them a lot, how to bargain with people, how to communicate, etc. Time by time, you will learn how to be a good buyer"